Bangun Bandara, Pemprov Banten Ubah Tata Ruang Wilayah

SERANG - Pemprov Banten berencana mengubah rancangan tata ruang wilayah (RTRW) menyusul keluarnya rekomendasi dari pemerintah pusat mengenai pemindahan lokasi pembangunan Bandara Banten Selatan yang awalnya di Kecamatan Panimbang ke Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. 

Penjabat (Pj) Gubernur Banten Nata Irawan mengatakan, Provinsi Banten sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehutanan (Menhut) dan Menteri Perhubungan (Menhub). ”Nanti kita harus mengubah RTRW yang sudah kita usulkan di agraria,” kata Nata seusai menghadiri dialog interaktif di Pendapa Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, kemarin. 

Menurut Nata, keluarnya rekomendasi dari pemerintah pusat mengenai pemindahan lokasi pembangunan bandara bukan menjadi kendala serius bagi pemprov. Rencananya pemprov juga akan membahas anggaran pembangunan Bandara Banten Selatan mulai 2018 mendatang. ”Jadi enggak ada masalah itu (bandara) dipindah lokasi, yang penting ada persetujuan. Kalau sudah oke, terus memungkinkan untuk kita bahas anggarannya di 2018,” ucapnya. 

Nata juga mengaku akan menyerahkan seluruh persoalan teknis mengenai rencana pembangunan Bandara Banten Selatankepada BupatiPandeglangIrna Narulita yang sudah berulang kali berkomunikasi dengan Menteri Kehutanan Siti Nurbaya. ”Kemarin Bu Irna juga kasih tahu lokasinya pindah, jadi enggak ada masalah,” ungkapnya. 

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD Banten Najib Hamas meminta Pemprov Banten untuk membuat sarana yang bisa menunjang pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi pembangunan Bandara Banten Selatan di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang. Selain pemprov harus memaksimalkan layanan kemudahan bagi pengguna jasa bandara, menurut dia, masyarakat di sekitar lokasi bandara juga mesti bisa merasakan dampak positif dari salah satu proyek pembangunan nasional tersebut. 

”Prinsipnya DPRD mendorong agar rencana pembangunan bandara bisa direalisasi. Nah yang tidak kalah penting, pemprov harus membuat rencana pembangunan sarana penunjang agar nantinya layanan bandara terintegrasi dengan pelaku ekonomi di sana,” kata Najib. 

Diketahui, Bandara Banten Selatan membutuhkan total lahan tahap I seluas 460,45 ha dan tahap II seluas 80,15 ha dengan total keseluruhan kebutuhan lahan seluas 540,60 ha. Bandara ini akan difungsikan sebagai bandara umum, komersial, dan bandara pengumpul. Sementara itu Pemkab Pandeglang telah menyiapkan lokasi baru untuk pembangunan dan sudah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertempat di Kecamatan Sobang seluas 1.000 Ha. 

teguh mahardika 
 

disadur dari : koran-sindo.com, 1-4-2017