Durian Masuk RPJMD Banten

SERANG – Pemprov Banten berencana memasukan durian pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 sebagai komoditas unggulan. Dalam pelaksanaanya, komoditas itu akan diimplementasikan dalam bentuk tiga sentra durian di Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak.


Hal tersebut terungkap dalam pembukaan pekan holtikultural di Durian Jatohan Haji Arif (DJHA) di Desa Tamansari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Senin (22/5).Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten Agus Tauchid mengatakan, dari sekian banyak komoditas pemprov fokus pada durian. Tak tanggung-tanggung, durian pun akan dimasukan dalam RPJMD Provinsi Banten 

2012-2022 sebagai komoditas unggulan di Banten. “Pak Gubernur sangat mendukung sekali, bahkan dalam RPJMD mencanangkan durian menjadi komoditas unggulan yang diandalkan di Banten,” ujarnya. 
Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Banten itu menuturkan, alasan durian dimasukan dalam RPJMD dikarenakan mereka berkaca dari sepak terjang DJHA yang mampu 

membuktikan diri sebagai salah satu destinasi kuliner di Banten. “Dari sekian banyak komoditas, Pak Gubernur konsen di durian. Kenapa durian? di sini, di DJHA sudah terbukti menjadi destinasi kuliner yang berbasis durian,” katanya.

Meski sudah menjadi salah satu destinasi kuliner di Banten, kata dia, DJHA juga menyimpan masalah yang cukup serius. Suplai durian DJHA sebagian besar masih berasal dari luar Banten. Oleh karena itu, perlu ada upaya agar produksi durian lokal bisa ditingkatkan.  

“Ternyata yang menjadi pekerjaan rumah DJHA adalah hampir setiap hari, setiap musim, jual durian non Banten. Tentunya kalau dibiarkan artinya pemerintah tidak ada, tak hadir pada suatu kepedulian. Sekarang DJHA ekspor ke Thailand sebulan 15 ton, padahal permintaan 30 ton, kurangnya harus dipenuhi oleh petani lokal,” ungkap pria berkumis dan berkacamata itu. 

Agar produksi durian bisa meningkat, pihaknya telah mencanangkan tiga daerah sebagai sentra durian. Selain itu, pemprov juga akan konsisten untuk menjaga tata ruang pertanian agar tidak mudah beralih fungsi. “Tata ruang wilayah pembangunan pertanian di Banten. 

Tahun ini kami konsen menjadikan Kabupaten Serang sebagai sentra durian, tahun depan Kabupaten Pandeglang dan tahun depannya Kabupaten Lebak. Harapan ikami ndustri durian di Banten bisa berkembang, pasokan yang konsiten,” tuturnya. 

Terkait hal tersebut WH menegaskan akan konsisten mempertahankan Kabupaten Serang sebagai sentra durian.  “Durian sudah digemari oleh banyak negara, durian bisa menjadi destinasi, aset wisata. Bahkan ada orang dari Jakarta yang sengaja datang ke Serang cuma buat makan durian di DJHA. 

Jangan hanya memasarkan durian, tapi (harus) merekayasa dan membudidayakan durian juga. Dengan ditetapkannya Kabupaten Serang sebagai sentra durian jangan diganggu, harus kita pertahankan. Jangan sampai pohon durian jadi kontrakan. Insya Allah selama saya jadi gubernur saya akan pertahankan daerah ini jadi sentra durian,” ujarnya.

Soal potensi, Banten memiliki keragaman potensi holtikultura. Untuk durian saja pada 2016, produksinya bisa mencapai 48.545 ton. Sedangkan jumlah populasi tanaman durian yang menghasilkan sebanyak 300.960 pohon.

“Ke depan kita bikin jutaan pohon di sini (Kabupaten Serang-red). Duriannya enak, saya sangat konsen membangun pertanian di Banten. Saya hafal betul soal pertanian dan saya akan dukung program pertanian,” tutur jebolan program doktoral Ilmu Pemerintahan Universitas Pandjadjaran tersebut.

Sementara itu, Plt Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana mengatakan, pihaknya siap untuk mempertahankan Kabupaten Serang sebagai sentra durian. Untuk modal, Kabupaten Serang sudah beberapa kali memengani kontes durian. Dia mencontohkan, pada kontes durian tingkat nasional 2009 di mana si lodong, durian andalan Kabupaten Serang meraih juara kedua.

“Satu butirnya bisa mencapai 5 kilogram, durian asli Kabupaten Serang. Artinya Kabupaten Serang potensi dan akan terus kami kembangkan. Kecamatan-kecamatan yang menjadi kawasan sentra durian yaitu Kecamatan Anyer, Cinangka, Padarincang, Baros, Mancak, Gunungsari, Ciomas, dan Pabuaran akan terus kami awasi,” katanya. (dewa) 

 

Disadur dari : bantenraya.com

Tim Koordinator Wilayah & Pelaksana Teknis

Pengaduan Masyarakat

Pengaduan Masyarakat

 
1 Start 2 Complete
Files must be less than 2 MB.
Allowed file types: gif jpg jpeg png.