Pengembang Harus Kuasai Ilmu Tata Ruang

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi perusahaan pengembang properti Real Estat Indonesia (REI) menghimbau agar pengembang bisa bekerja sama dengan pemerintah dalam membuat rencana tata ruang wilayah (RTRW). Ada tanggung jawab REI di situ.

Pasalnya, saat ini para pengembang jarang diajak untuk membicarakan perihal RTRW. Para pengembang REI mengatakan bahwa mereka juga bertanggung jawab terhadap hal itu, terutama ketika tengah membangun sebuah proyek.

"Tidak semua pengembang dilibatkan dalam menentukan tata ruang karena tidak semua pengembang memiliki kemampuan tata ruang, ya paling tidak asosiasi yang mewakili," ujar Ketua REI Banten Soelaeman Soemawinata, di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Calon Ketua Umum REI periode 2016-2019 yang karib disapa Eman itu melanjutkan bahwa sebagai pelaku pembangunan, pengembang rentan salah dalam hal membangun jika tidak tahu bagaimana RTRW-nya.

Kendati demikian, Eman juga menuntut para pengembang untuk memiliki ilmu tentang tata ruang sehingga bisa bersinergi dengan pemerintah dalam perumusan RTRW dan pengembangan sebuah kota.

Selain bisa bersinergi, ilmu tata ruang buat pengembang juga bisa dijadikan sebagai panduannya dalam membangun proyek sehingga tak asal bangun dan tak sesuai dengan peruntukkannya di dalam RTRW.

"Swasta atau pengembang sendiri mau tak mau harus mengetahui tata ruang sehingga bisa memiliki tanggung jawab terhadap tata ruang, jangan paru-paru kota dihajar jadi ruko, izinnya harus clear semuanya," ujar Eman.